Home / Berita Terkini / Pendidikan / Membangun Budaya Taat Hukum

Membangun Budaya Taat Hukum

Siswa ditilang polisi

Apa Itu Taat Hukum?

Taat hukum artinya mematuhi aturan yang dibuat untuk menjaga keamanan dan kebaikan bersama.

Contoh aturan: Tidak merokok di area sekolah, Wajib memakai helm saat mengendarai motor, Tidak membawa sajam/narkoba, Tidak menyebarkan hoaks, Tidak membolos, Tidak melakukan seks bebas, tidak melakukan bullying/perundungan.

Remaja SMK banyak sekali godaan yang membuat mereka tergelincir ke pelanggaran hukum, seperti: konten media sosial yang mengajak coba-coba hal berbahaya, rasa ingin diakui, gengsi, tekanan teman sebaya, rasa minder sehingga ikut-ikutan. Padahal, pelanggaran kecil bisa menyeret ke masalah besar.

Kesadaran Hukum di Era Media Sosial

Sekarang siswa tidak hanya diawasi oleh guru dan sekolah, tapi juga:

  1. Hukum Dunia Nyata

Ada sanksi untuk: mengganggu ketertiban, membawa narkoba, berkendara tanpa SIM dan helm, berkelahian/tawuran, seks bebas dengan anak di bawah umur.

  1. Hukum Dunia Digital

Hati-hati unggahan kalian di medsos, karena: menyebarkan video teman tanpa izin adalah pelanggaran UU ITE, komentar jahat / hinaan = cyberbullying, menyebar hoaks = pidana, challenge berbahaya = bisa diproses hukum jika mencelakakan diri atau orang lain, Sekali klik bisa menghancurkan masa depan.

Faktor Mengapa Pelajar SMK Banyak Melanggar Aturan

Ingin dianggap keren

Minimnya literasi (tidak membaca dan tidak tahu konsekuensi hukum)

Mental lemah: mudah terpengaruh

Kurang percaya diri sehingga ikut-ikutan

Kecanduan HP

Hubungan pergaulan bebas

Lingkungan yang tidak mendukung

Kurang kontrol orang tua

Dampak Pelanggaran Hukum untuk Pelajar

Kerugian kesehatan (rokok, vape, narkoba, seks bebas)

Turunnya prestasi dan kecerdasan

Masa depan terganggu (catatan hukum, skor disiplin, tidak diterima industri)

Rasa malu bagi keluarga

Nama sekolah tercoreng

Kehilangan kesempatan ikut PKL / kerja

Cara Pelajar SMK Menjadi Remaja Taat Hukum

Berani berkata “tidak” pada ajakan negatif. Menggunakan medsos secara bijak. Menjaga pergaulan

. Menggunakan waktu dengan produktif. Mendekatkan diri pada guru pembimbing. Meningkatkan literasi (lebih banyak membaca). Memperbaiki mental dengan kegiatan positif. Menyadari bahwa hidupmu adalah tanggung jawabmu. (*)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *