Home / Berita Terkini / Nasional / KDM Murka! Mafia Lahan Tebang Kebun Teh Jadi Kentang

KDM Murka! Mafia Lahan Tebang Kebun Teh Jadi Kentang

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi marah

RameNews, Jawa Barat – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menegaskan langkah tegasnya dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya perkebunan teh yang selama ini menjadi salah satu ikon Jawa Barat.

Pernyataan ini disampaikan setelah muncul laporan penebangan pohon teh secara ilegal yang diduga dilakukan secara terorganisir untuk dialihfungsikan menjadi lahan pertanian kentang.

Kang Dedi mengungkapkan bahwa aksi tersebut bukan sekadar tindakan spontan masyarakat, melainkan diduga melibatkan pihak tertentu yang memiliki kepentingan finansial.


“Saya mendapat informasi bahwa ada orang yang punya uang kemudian menggerakkan orang untuk melakukan penebangan kebun teh dengan tujuan menanam kentang, dan hasilnya nanti dibeli oleh dia. Seluruhnya sudah dilaporkan,” ujar Dedi.

Menurutnya, skema seperti ini jelas merugikan lingkungan dan tidak bisa dibiarkan. Perkebunan teh di Jabar bukan hanya aset ekonomi, melainkan bagian dari bentang alam yang menjaga stabilitas ekologi.

Baca juga: Jawa Barat Catat Serapan APBD Tertinggi di Indonesia

Jika terus dibiarkan, alih fungsi lahan liar seperti ini bisa memicu erosi, kerusakan tanah, hingga mengubah struktur sosial ekonomi petani sekitar.

Kang Dedi memastikan bahwa proses hukum sudah berjalan. Ia menyebut telah berkoordinasi langsung dengan Kapolda Jawa Barat.


“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk segera dilakukan penangkapan dan penahanan terhadap orang yang melakukan perusakan,” tegasnya.

Selain penegakan hukum, ia juga meminta pemerintah daerah setempat tidak tinggal diam. Kang Dedi mengingatkan bahwa sudah ada aturan jelas yang mengatur larangan pengalihan fungsi kebun teh ke komoditas lain, terutama yang berpotensi merusak lingkungan.


“Saya minta Pemda Kabupaten Bandung juga bergerak. Sudah ada peraturan gubernur yang melarang alih fungsi lahan dari perkebunan teh ke komoditi lain yang memiliki aspek kerusakan lingkungan,” jelasnya.

Tonton juga: KDM Peluk Erat Siswa Barak Militer

Di tengah meningkatnya kasus-kasus serupa, Kang Dedi berharap situasi tidak memicu kegelisahan publik. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan.


“Semoga peristiwa ini tidak terjadi lagi dan semoga dalam waktu tidak terlalu lama orang yang melakukan perusakan penebangan pohon teh untuk kepentingan lain segera ditahan,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Kang Dedi memastikan bahwa ia akan terus memantau perkembangan kasus ini.
“Terima kasih dan mohon pada warga untuk tenang, dan saya akan mengamati tindakan-tindakan yang nyata,” pungkasnya.

Masalah perusakan lingkungan demi keuntungan sesaat bukan hal baru. Yang menarik dari kasus ini adalah respons cepat pemerintah, sesuatu yang sering ditunggu masyarakat.

Penegakan aturan terkait konservasi lahan harus berdiri di depan, sebab kerusakan yang terjadi hari ini tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi generasi mendatang. Langkah tegas perlu diimbangi pengawasan berkelanjutan agar kejadian seperti ini tidak berulang. (yans)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *